Menentukan Brand Agar Tidak Dilupakan
- Kamis, 03 November 2016 / 16:30 WIB
- Editor : Agung Purwandono

|
hello fellas!
freebies ![]() your freebies blablabla
|
D’CATCH, 6 Hari Mengenal Asia Melalui Film
Selasa, 21 Februari 2017 | 10.58 | 0 comments
Dasar Dasar Jurnalistik
Lucia Yuriko M.B.S 153160045 Kelas B
D’CATCH, 6 Hari
Mengenal Asia Melalui Film
D’CATCH (De-Centralization Asian Transnational Challenges)
2017 resmi digelar tanggal 6-12 Februari 2017 lalu di Indonesia sebagai tuan
rumah. Kegiatan persahabatan ini diikuti oleh 5 negara di Asia yaitu Indonesia,
Thailand, Filipina, China, dan Jepang serta mengambil tempat di UPN, Hotel
Sahid, Grhatama Pustaka, dan sekeliling Yogyakarta untuk produksi film.
Memasuki
tahun ke-4 nya, kali ini d’catch mengusung tema “NOW” sebagai respons terhadap
era modern saat ini. Tema besar tersebut kemudian dibagi menjadi 5 sub tema
yaitu Asia, City, Energy, Spirit, dan New Generation yang akan diusung oleh
tiap kelompok dengan anggota dari negara yang berbeda-beda.
Tujuan
acara tahunan ini diadakan adalah untuk menyediakan sarana berkomunikasi untuk
memahami perbedaan antar budaya, melalui film pendek.
“Kegiatan ini intinya bukan kompetisi tapi untuk meleburkan budaya melalui interaksi, komunikasi, permainan, dan hasil akhirnya berupa screening film saat penutupan,” ujar Damasta Satria, mahasiswa UPN Yogyakarta yang menjadi perwakilan Indonesia.
Melalui
kegiatan yang diikuti 99 peserta ini, diharapkan para peserta mampu melihat
perbedaan melalui sudut pandang yag berbeda.
“Di kelompokku misalnya membahas LGBT. Di Filipina hal itu biasa, tapi di Indonesia agak sensitif karena berkenaan dengan nilai agama, jadi bagaimana kita menyatukan perbedaan itu menjasi satu kesimpulan,” tambah Damasta. (Lucia Yuriko) Jogja Garuk Sampah, Peduli Jogja Bukan Sekadar Tugas Sekolah
Selasa, 15 November 2016 | 11.07 | 1 comments
Jogja Garuk Sampah, Peduli Jogja Bukan Sekadar Tugas Sekolah
Jogja Garuk Sampah membersihkan tembok di kawasan Tugu Yogyakarta dari poster-poster. (Satriyo Wicaksono)
Gerakan ini dimulai sejak tahun 2015 dan dimulai dari kegelisahan akibat celetukan para wisatawan yang menyayangkan hilangnya keistimewaan Yogyakarta akibat terlalu banyak sampah. Gerakan ini awalnya hanya diikuti kurang dari 10 orang dan sempat diremehkan karena dikira hanya sebagai tugas sekolah. Gerakan ini mencakup wilayah Sleman (Maguwoharjo dan sekitarnya), Kota Jogja, dan Bantul (kawasan Imogiri). Segala jenis sampah dibersihkan. Mulai dari sampah visual (poster), sampah di jalanan, hingga rerumputan. Sekali beraksi bisa mengumpulkan puluhan plastic bag bahkan pernah hingga 7 ton di daerah perumahan elit di Sleman
Bekti Maulana saat membersihkan salah satu lokasi yang digunakan memasang spanduk (Satriyo Wicaksono)
"Masyarakat sekarang kebanyakan tidak tahu tentang aturan memasang poster padahal sudah ada dicatat di aturan tentang pariwara (iklan). Sebelum kita cabut posternya biasanya sudah kami kabari dulu tapi kebanyakan merasa tidak salah karena banyak poster lain di sekitar. Jadi mereka hanya tiru-tiru mayoritas," ujar Bekti Maulana (19) selaku salah satu penggagas Jogja Garuk Sampah saat ditemui di kawasan Tugu dan akan beraksi membersihkan daerah Pingit. Harapannya semoga kedepannya masyarakat sadar aturan sehingga tidak berbuat seenaknya dan meresahkan warga. Karena sebuah kota yang bersih pasti akan membawa banyak keuntungan lainnya. (Mg-19)
sumber : http://krjogja.com/web/news/read/14862/home3.html
Jogja yang Bersih Berdampak Pada Banyak Hal
| 10.55 | 0 comments
Jogja yang Bersih Berdampak Pada Banyak Hal
Berbagai komunitas meluncurkan Gerakan Jogja Bersih (Satriyo Wicaksono)
Hal tersebut dikemukakan Pelaksana tugas (Plt) Walikota Sulistyo Yogyakarta saat memberikan sambutan pada peluncuran Gerakan Jogja Bersih di Tugu Yogyakarta, Minggu (06/11/2016). Hadir berbagai komunitas seperti Jogja Garuk Sampah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Bank BTN dan lainnya.
Penyerahan sapu secara simbolis dimulainya Gerakan Jogja Bersih
Ketua Jogja Bersih Wirmon Samawi SE MIB mengatakan sebagai warga
Yogyakarta, sudah seharusnya setiap orang menunjukan bagaimana Jogja
menjadi kota yang bersih. Caranya dimulai dari diri sendiri.
"Mudah-mudahan hari ini menjadi tonggak kebersihan Kota Yogyakarta,"
ujar Wirmon Samawi.
Sebelum acara seremonial, ratusan orang dari berbagai komunitas secara serempak menyapu Jalan P Mangkubumi atau Margoutomo hingga Stasiun Tugu Yogyakarta, serta dari Tugu Yogyakarta hingga kantor Bank BTN di Jalan Jendral Sudirman. (Mg-19) Menentukan Brand Agar Tidak Dilupakan
| 10.42 | 0 comments
PINASTHIKA CREATIVESTIVAL XVII
Menentukan Brand Agar Tidak Dilupakan
SLEMAN (KRjogja.com) - Menurut survey tidak
lebih dari 1 % dari dari seluruh merk dibumi yang bisa diingat konsumen.
Hal ini tentu menjadi keresahan beberapa entrepreneur yang mencoba
membangun brand di masyarakat.
Cara-cara membangun brand ini dibahas dalam workshop Branding Urgency dalam acara Pinasthika Creativestival XVII di Hartono Mall Yogyakarta, Kamis (03/11/2016) yang dibawakan M Arief Budiman selaku CEO Petakumpet, sebuah usaha yang bergerak di bidang periklanan. Membangun brand tidak mudah. Beberapa penyebab merk mudah dilupakan antara lain karena cara mengkomunikasikan yang tidak baik dan otak konsumen terbatas daya ingatnya. Oleh karena itu brand yang baik adalah yang bisa mewakili perusahaan walaupun tidak ada perwakilan orangnya disitu. Sebab fungsi brand adalah sebagai pengingat, pembeda, dan pendukung penjualan. "Cara untuk mengetahui apakah brand kita sudah baik atau tidak apabila kita masih sibuk untuk menjelaskan usaha kita, berarti branding kita belum berhasil," ujar Arief Budiman. (Mg-19) Pertemuan
Selasa, 14 Juli 2015 | 23.35 | 0 comments
Kalau engkau lentera di fajar
Bolehlah kita pulang sebentar Sapu daun-daun di halaman Tundukkan benih padi di ladang Atau bisakah kita ngopi sebentar? Berjajar rapi di barisan diskonan Bergandengan tangan di pelataran pusat perbelanjaan Kalau kau ragu, Baiklah kita duduk-duduk saja di teras Tunjuk awan-awan di atas Bertanya-tanya dimana horizon cakrawala Sambil rajut layangan untuk dijual batangan Tapi akulah serbuk di kaki perabotan Jatuh sebentar dan hilang barangkali kapan Terbang dan melayang oleh angan-angan (mungkin) 26/30days -Ketikan di mood yang berantakan- Kuping Kuping
Minggu, 12 Juli 2015 | 23.56 | 1 comments
Kuping kuping berserakan
Tergeletak dipinggiran Tumpah ruah di jalanan Dipunguti orang-orang kelaparan Haus akan pembicaraan Kuping kuping banyak di pasar Dijajakan di kios-kios kotakan Dijejer satu tiga ribuan Ambil dua bonus curhatan Kuping kuping ada di pelabuhan Tertambat di dasar-dasar Dijemur berjejeran Naiklah satu dan jumpai pertanyaan Dekati dan dapatkan jawaban Aku cari kuping kuping di pojokan jalan Masuk ke gang-gang dalam diam Belok kanan jumpai persimpangan Aku cari kuping kuping sepanjang malam Berselancar di antara jaringan Jemari mengetik tanpa spasi Mata mencari tanpa henti Ternyata kuping kuping ada di dekat sini Angkat jemari dan tunjuk dekat ulu hati Dia bersemayam disini Jauh sebelum kau mampu berlari mencari Ketuklah maka akan di bukakan Bicaralah maka akan di dengarkan Berhenti mencari maka kau akan menemukan Kuping kuping di hati ada sepasang satu punya-Nya satu punya ku Ternyata cari kuping tak perlalu kesana kesini Cukup berlutut dan lipat tangan dekat hati 24/30 -Untuk kawanku yang hati nya lelah mencari- Alasan Marah
Kamis, 09 Juli 2015 | 23.14 | 0 comments
Bolehkah aku marah
Tak kutemukan alasan untuk tidak membencimu
Diantara ribuan nats untuk mengasihi
Bolehkah aku marah
Karena lagi-lagi kucari alasan untuk berhenti membencimu
Diantara ayat-ayat suci tentang kasih dan pengharapan
Bolehkah aku marah
Karena otakku tak bisa berhenti berpikir
dan telinga ku tak bisa menutup
Dari gaung amarahku
Berilah aku satu alasan
Untuk sekali saja menangis
Karena aku lelah dan ingin berserah
(utang) 22/30days |